Thursday, November 3, 2011

No Title !!!!




Semua berawal pada Rabu siang 15.20... saat saya sedang bertugas di instansi tempat saya bekerja, pada hari itu saya dituntut untuk merekap staff yang tidak hadir, dan yang pulang lebih awal sebelum waktunya. Sesuai dengat amanat yang diberi maka saya melaksanakanya. kemudian hal yang tidak saya bayangkan terjadi di siang itu...beberapa staff yang lebih senior, berkata menyindir tentang pencatatan tersebut, disertai dengan ejekan-ejekan yang menurut saya kurang pas untuk dilontarkan manusia berprofesi seperti saya dan mereka tekuni saat ini.

Pada awalnya saya tidak bereaksi sampai akhirnya beberapa staff lainya ikut terprovokasi dan tertawa berlebihan serta menyebut nama saya dengan jelas, sampai akhirnya saya merasa sangat tidak nyaman, karna melihat posisi saya yang baru menginjak 5 bulan bekerja disana sedangkan mereka sudah puluhan tahun. Saya aga shookkk menerima perilaku seperti itu. Saya berfikir mengapa yang bertugas mencatat staff yang tidak menjalankan prosedur tidak dilakukan saja oleh staff senior, agar para staff dapat menerima effek segan, kenapa tugas itu harus dilakukan oleh saya yang masih dalam tahap adaptasi.

Namun pada akhirnya saya menemukan jawaban, bahwa ini semua tahap awal yang harus saya hadapi dalam membentuk mental saya, serta tanggung jawab saya pada instansi ini ,saya akan berusaha sabar dan menerima, dengan tegas saya akan menutup telinga untuk semua nada sumbang ini dan berusaha melakukan tugas saya dengan baik.

Berkaca pada kejadian ini, saya teringat oleh kutipan statement yang dikeluarkan oleh mantan dirut PLN Bpk Dahlan "Di dalam instansi atau perusahaan hanya ada 10% yang baik dan 10% yang tidak baik, sedangkan 80% nya hanya mengikuti alur"

Diposisi manakah anda???

Monday, August 8, 2011


Udah lama ga nulis-nulis blog lagi, semenjak sibuk ngurus persiapan pra nikah sampai sekarang (satu bulan lebih enam hari menjalani kehidupan rumah tangga) akhirnya saya baru bisa mulai nulis lagi. And then, should I talk about it right now?? my marriage life??? isn't it???
Sebelum nikah kemaren banyak temen yang berkomentar "kalau nanti pas udah nikah, pasti nyesel kenapa ga dari dulu nikahnya" dan ada juga yang punya pandangan lain "nikah tu enaknya pas melem doang selebihnya ribet dan musingin." so, what I feel at this time? mmm... well, menurut saya kedua statement itu ada benernya juga, rumah tangga itu ga melulu selalu menyuguhkan kesenangan semata sudah pasti ada ribet-ribetnya juga, semuanya diluar imajinasi saya, baik kesenangnya yang di luar prediksi, maupun keribetanya yang belum pernah terbayang sebelunya. Ya...ya...Inilah fase baru dalam kehidupan saya yang berlangsung di umur 24 ini, dan saya harus banyak buanyak belaaaajar sebaik mungkin untuk mampu melewati fase ini dengan baik.
Lalu tentang perjalanan "pencarian sejumput beras", saat ini alhamdulillh saya diterima mengajar di sekolah resmi, tentunya saya sangat bersyukur karna sejauh ini memang itu yang saya inginkan" mengajar di sekolah". karna jarak dari tempat tinggal yang tidak jauh sudah pasti akan menguraing tegangan saraf otak yang dahulu sering terjadi di beberapa tempat ngajar yang jauh (thanks a lot for God bless).
Oia... hari ini adalah hari ke 8 ramadhan, kurva "semangat ramadhanya" sudah mulai menurun dari hari sebelumnya nih..., semoga besok tidak semakin menurun. semangaaatt!!!

finally, Happy Ramadhan

Tuesday, June 7, 2011

Highly Recommended # Spa Treatment


Setelah 23 tahun dan jalan 24 tahun saya hidup di dunia ini, akhirnya saya bisa ngerasain juga yang namanya treatment SPA, apaaaaaa???? gaoel gila, saya sampe main-main ke spa????

Berhubung bulan juli nanti ada perhelatan akbar, sangking akbarnya sampe kalah tuh weddingnya Pangeran William and Kate, jadi saya sebagai calon pengantin wanita dianjurkan untuk ikut perawatan pra-nikah di salon dan spa. wwuuuiiihhhiii... siapa yang nolak manjain diri di salon dan spa, mau...mau...mau...

Ini bener-bener hal baru di hidup saya untuk masuk ke spa, dan untuk pertama kalinya juga saya menjatuhkan pilihan pada salon & spa Rengganis di daerah tajur bogor.

Sesampainya saya disana, saya langsung pilih-pilih paket yang saya butuhkan, disana tersedia 17 paket yang setiap paket bisa terdiri dari 2 sampai 5 treatment, akhirnya setelah menimbang dari segi kebutuhan dan dana yang tersedia di dompet, saya memilih paket 13 yang terdiri dari, lulur, spa V, dan refleksi. Untuk ke 3 treatment tersebut akan menghabiskan waktu 2,5 jam dan dengan biaya 165 ribu perak( lumayan menguras gaji bulan ini).

Setelah menunggu beberapa menit, mba-mba yang akan mentreatmen saya pun datang dan mengantarkan saya keruangan lulur, lalu...lalu... si mba nyuru saya mengganti pakayan saya dengan sehelai kain (tidak berbentuk kemben)bener-bener sehelai kain seukuran taplak meja, trus ganti sendal jepit karet juga. setelah dia menghidupkan lilin terapi dan mempersiapkan bahan-bahan lulurnya, siap lah saya untuk treatmen awal.

Sebelum masuk tahap pemijatan si mba bertanya, apakah saya bawa celana dalem ganti, sebagai orang awan sudah pasti saya tidak tau klo mau di lulur harus bawa celana dalem, saya langsung menggelengkan kepala, lalu si mba menawarkan saya cd (celana dalem) dari salon yang sekali pake langsung buang yang dikenakan cas 5000. setelah mengganti cd, saya langsung dipijat sama si mba-mba itu.

Tahap pertama, saya dimassage selama satu jam, dengan rincian yang bener-bener detail, di sebuah kertas tertulis jelas lamanya treatment berlangsung, contohnya : massage paha depan selama 10 menit, dan seterusnya, seluruh bagian. setau saya dimassage atau dipijat di spa itu paling ga jauh beda dengan tukang urut umumya, tapi saya bener-bener shooookkkkkk.... ternyata treatmen di spa itu ga sama kya tukang urut biasa, sebenernya saya risih tetapi saya tidak menghentikan treatment si mba, abis dari raut mukanya menunjukan dia udah ribuan kali melakukan treatmen itu, dan dari segi pijatan, si mba bener-bener pake tehnik, jadi ga asal pijet.

Tahap kedua, saya di totok V, treatment tersebut merupakan salah satu paket spa V yang saya pilih, dimana si mbanya menotok saya untung waktunya ga lama cuma sekitar dua sampai tiga menit saja, menurut temen-temen saya yang sudah pernah di spa V, spa V itu banyak manfaatnya dari menjaga daerah kewanitaan kita agar terbebas dari bakteri sama memper kencang daerah v.

Tahap ketiga, refleksi. Selama ini saya sering banget ngeliat tempat refleksi yang bertebaran dimana-mana tapi ga ada satupun yang pernah saya cicipi, di setiap tempat refleksi rata-rata terpampang gambar telapak kaki beserta titik-titik refleksinya, dan terbukti pada saat si mbanya memberitahu bahwa kita akan masuk kedalam tahap refleksi, si mba langsung membasuh telapak kakisaya dengan minyak zaitun, lalu si mba memegang sbuah alat terbuat dari kayu dan kemudian ditusukan ke telapak kaki kiri saya, anda tau rasanya?????? suuuupppaaahhhh sakkkkiiiittttnya ga ketulungan, "aduuuhhh sakiiiiittt mba" dengan noraknya saya berteteriak kesakitan. uh... baru tau klo yang namanya direfleksi sakitnya naujubilah, engga lagi-lagi deh milih treatment refleksi.

Tahap keempat dan kelima, saya di lulur mangir atau kunyit kemudian saya disteam, lalu yang terakhir diratus V.

Thats all tahapan-tahapan saya pada saat dispa, rasanya bener-bener nano-nano, gado-gado, dari mulai enak, sakit, sampe geli-geli gimana gitu, but secara keseluruhan rasanya bener-bener menyegarkan, dan semua treatmen ini sejatinya banyak banget manfaatnya buat badan dan fikiran kita, jadi buat temen-temen yang sudah mulai tertekan dengah rutinitas pekerjaan dan setumpuk tugas kuliah, bolehlah sekali-kali refresh ke spa.iiihhiiiyyy...

Segini dulu postingan kali ini, saya sudah harus meneruskan perkejaan rumah saya, nyuci piring, nyikat kamar mandi ampe nyetrika baju.(pembokat sejati....hehheh....calon istri sejati dunks).

another unyuuu photos



Monday, June 6, 2011

Highly Recommended #Movie

Karena jadi  junky nonton film, akhir-akhir ini rada banyak film yang sudah saya tonton. Dalem seminggu saya bisa ngabisin 3-5 film, bahkan kalo lagi banyak stok sehari bisa 3 film abis saya lahap (saking ga ada kerjaanya).

Sesuai selera dan sesuai dengan kharakter, genre film yang saya tonton pun ga jauh-jauh dari drama, komedi, dokumenter, secara... mental saya bukan mental baja tapi mental tempe mendoan atau mental kaktus kali ya, then jauh-jauh deh film laga, berantem-beranteman apalagi horor. Ga tau kenapa saya ga bisa suka sama film action, jadi klo ga terpaksa-terpaksa banget, dan klo pemainya ga keren-keren banget, sudah pasti tidak akan saya tonton.

Well, sejauh ini ada 3 film yang masih merekah di hati saya (bagaikan bunga tulip di musim semi), menurut saya film ini nyentuh banget, inspiring abis, menghanyut kan saya (sampe hanyut di sungai beneran),  nyeces-nyeces sambil nangis bombay saya nontonya.  Salah satu dari tiga film itu akan sedikit saya ulas, yaitu: 

 Pay it forward

Film ini bercerita tentang bocah cilik yang berhati mulia banget, berawal dari kelas sosiologi yang dimana sang guru memberikan pertanyaan "apa yang bisa kamu lakukan untuk membuat dunia ini damai?" lalu...lalu...munculah ide brilian si bocal cilik ini yang methodenya samakaya methode MLM. jadi formulanya kya gini:
Mulanya si bocah cilik ini menolong tiga orang yang bener-bener membutuhkan pertolongan dengan syarat orang itu juga harus menolong 3 orang berikutnya yang mana setiap orang juga diberikan syarat seperti itu. Maka jadilah cabang yang terus menerus berkembang pesat dalam satu kata "menolong".

Pada saat menonton film ini saya bener-bener dibuat terharu dengan keiklasan si bocah cilik dalam menyukseskan programnya ini yang sampe akhirnya dia terbunuh pada saat mau nolong temanya, that's  right kebanyakan orang baik, pergi menghadap Tuhan lebih dulu. Walhasil nagis bombai, capcailah saya pada ending cerita ini. Higs...higs...

Buat temen-temen yang terdampar di blog ini atau bahkan yang terpaksa baca blog ini, saya bener-bener merekomendasikan film ini kepada anda-anda sekalian demi meningkatkan jiwa sosial kita. whiwhiwhiwhi...

Friday, April 22, 2011

Did I ready enough to start it ???


"Did I ready enough to start it???" This question was always come up to my mind when I suddenly thought that in the next two month I will get married*_*.  Maybe for the girl who have the same age as me think it is not a big deal, but for me getting married in this condition…is… so absurd… I can’t state it clearly because it happens too fast and really unpredictable.

During my relationship with him (of course my beloved fiancĂ©)   which started in 24 of April 2007, we almost never to talk about “marriage”, I didn’t said “never” because it happened really seldom. Some times I hear form my girl friends that they had planned or maybe just shared their marriage life with their boy such how many child they should have, what the role for husband and wife when they married, or just starting to call each other “ayah” and “bunda”, those things absolutely never happen in my relationship, while the reasons are besides because that’s not our style, we also afraid it won’t happen in the reality. Unfortunately the story of my love increase faster than my imagination about it, then by that time I really feel that life was totally unpredictable.

Every woman of course desire to have a serious relationship which ended by marriage, the same as me, I was feel so glad know that my family and his family meet together and arrange the marriage, it will be held on 2 and 3 of July( Insyaallah). But the gladness was happened only in the first month after the engagement, in several months the bizarre feeling was come to me, and I suddenly think “did I ready to get marriage?” with the whole consequence come up to me. Then gladness and worries mixed. I keep on asking my fiancĂ© “are we ready to make this decision??” and he simply answered “yes, we are” without any strong statement to make me feel better. It was his characteristic “careless” and I totally known it.

Furthermore, we start to do the things that we should do before the day, such budgeting, make the invitation, the dress, and many others with joyful to less the pressure and the worries. I believe marriage is the things that we shouldn’t afraid what will happen after we get married. It was a huge step in my life with a lot of gratitude I wish I able to face every problem in it. God bless me…

Saturday, April 16, 2011

unpredictable life

Setelah sekian lama kesurupan ga bisa ngeblog... finally w ngeblog lagi... sebenernya banyak banget kejadian-kejadian yang pengen bangen w ceritain di bolg ini, dari mulai bisa diwisuda sebagai sarjana pendidikan, punya geng yang dulu terpecah belah karang malah kompak banget sampe...  tunangan and will get married in next two month... w ga nyangka  pada 15 desember yang lalu, hari terakhir w bikin posting di blog w, itu hari dimana w  lagi sedih - sedihnya mikirin masalah revisi sekripsi dan sekarang 3-4 bulan setelah itu, kisah hidup w bisa dibilang bener-bener unpredictable. Semua yang dateng selama 3 bulan ini bener-bener diluar harapan... mungkin pada saat itu w bener-bener hanya ingin bisa lulus dan nyenengin orang tua saja...tapi tuhan ngasi bonus yang ngga kira-kira buat w... sahabat-sahabat w, sampe tunangan and rencana pernikahan.

well... w bersemangat banget untuk bahas satu-persatu tentang hal terindah di hidup w  di next posting... berhubung beberapa menit lagi pulsa modenya abis... then w selesaikan postingan kali ini sampi disini dulu...
bye see u